Ngobrol Bareng Ngayal Bareng

Jurusan Bahasa di SMA: Buangan atau Sanjungan?

Jurusan Bahasa di SMA: Buangan atau Sanjungan?

            Hai readers, ketemu lagi nih sama kita-kita di diingklik.net. Kalau waktu-waktu kemarin kita udah ngebahas banyak hal mulai dari kaos kaki bolong, cita-cita belajar ke Jerman, ciri-ciri online shop, bahkan sampai tulisan galau Hujan Tanpa Air, kali ini kita mau ngebahas sesuatu yang penting untuk readers simak. Ya seenggaknya untuk readers yang baru aja lulus SMP dan masih bingung mau pilih jurusan apa di SMA nanti.

            So, to the point aja! The writer disini mau share tentang plus minus serta kenanagan-kenangan jurusan BAHASA di SMA. Ya, sekadar cerita aja, the writer ini udah selesai SMA-nya dan mau masuk kuliah nih. Jadi, kita udah tau kalau di SMA itu dibagi jadi tiga jurusan atau program berbeda. Biasanya, kalau readers milih SMA swasta maupun negeri yang favorit, biasanya mereka langsung menyediakan pilihan untuk readers tentang jurusan ini dari awal masuk kelas X, karena mereka memakai KURTILAS (Kurikulum 2013). Nggak beda jauh sama SMA yang masih menganut kurikulum 2006, Cuma pilihannya nanti di kenaikan kelas X ke kelas XI.

Masih belum ada bayangan? Makanya, langung aja scroll turun untuk baca lebih jauh tentang jurusan BAHASA atau IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya). Ya sekali lagi, ini berdasarkan pengalaman pribadi the writers.

Untuk readers yang masih asing dengan jurusan ini, nggak masalah, the writer akan bantu untuk menjabarkannya lebih jauh. Ya, the writer ini juga hasil dari jurusan BAHASA lho. Sebagai pandangan aja, SMA di kota Solo (karena the writer juga dari Solo, ya tetangganya Pak Jokowi lah) yang membuka jurusan ini berjumlah 4 SMA/sederajat dengan rincian 2 SMA swasta, 1 MAN, dan 1 SMAN. Pasti readers kebanyakan beranggapan kalau jurusan ini Cuma jalan terakhir di SMA kalau di jurusan IPA dan IPS nggak keterima. Eits, readers salah! Justru sebenarnya jurusan BAHASA inilah yang paling berdaya guna dari jurusan IPA dan IPS. Kok bisa? Kebanyakan almamater jurusan BAHASA memilih kuliah di pariwisata maupun komunikasi yang notabene pekerjaan-pekerjaan mereka bergaji lumayan besar. Jadi, nggak harus juga readers kalau lulus SMA dari jurusan BAHASA harus kuliah di fakultas sastra gitu. Memang nggak sedikit juga dari mereka yang kuliah sastra bisa berhasil dapat gaji yang jauh lebih besar dari mereka yang kerja di pariwisata maupun perhotelan.

Sumber: dokpri penulis / Siebzehn Photography

Sumber: dokpri penulis / Siebzehn Photography

Untuk sistem KBM di jurusan BAHASA yang the writer alami selama 2 tahun, sebenarnya cukup asyik gitu. Misalnya pas mapel Sastra Indonesia, kita bisa bereksplorasi dengan otak untuk menciptakan puisi, cerpen, bahkan sampai main teater yang ditonton umum. Ya, readers nggak akan dapat di jurusan IPA dan IPS. Selain mapel Sastra Indonesia, ada juga English yang mengajarkan readers semua biar berani beropini lewat English Debate. Selain itu, ada juga mapel bahasa asing (kalau dulu the writer dapatnya Bahasa Jerman alias Deutsch, Bahasa Jepang, sama Bahasa Mandarin). Mapel bahasa asing juga menantang kita untuk menguasai nggak Cuma bahasa Inggris, tapi lebih dari itu. Untuk mapelnya, biasanya antar SMA nggak sama, tergantung kebijakan sekolah.

teman SMA-jurusan bahasa

media dari: textfugu.com

Untuk kenangan-kenangan di jurusan BAHASA yang readers alami sebenarnya nggak bisa dituliskan detail lewat kata-kata. Ya, semuanya luar biasa pokoknya. Ada satu pengalaman menarik pas kita mau lomba musikalisasi puisi di kelas XII belum lama ini. Ceritanya kami latihan dan nyewa studio yang juga punya guru mapel Antropologi. Pas kami udah selesai latihan, kami nggak disuruh bayar, malahan dikasih roti sama soft drink gratis. Alhasil, kami berhasil juara 2 setelah dikalahkan saudara sendiri dari XI-Bhs.

Ada juga kenangan lain pas kita ngapalin bab Präposition di bahasa Jerman. Kita sekelas dibantu gurunya buat buat lagu untuk “jembatan keledai” ngapalin bab ini. Hasilnya, pas UTS nggak ada yang remedi (kalau remidi itu sebenarnya salah dan nggak ada di KBBI) Bahasa Jerman. Pengalaman lainnya pas kami ada tugas mapel Bahasa Mandarin untuk kenaikan kelas. Kita wajib aransemen lagu Tong Hua karya Michael Wong dan rekaman dalam bentuk video. Ya, banyak banget versinya sampai-sampai gurunya bingung mau kasih yang terbaik yang mana. Hehehe…

teman SMA-jurusan bahasa

media dari mandarintranslate.com

Kelebihan kalau readers pilih jurusan BAHASA ini sebenarnya ada banyak. Misalnya persaingan sedikit tapi kompetitif. Ini mengajarkan readers untuk belajar sportif dan maksimal. Kedua kita bisa membantu otak kanan kita berkembang. Ya seperti yang udah ditulis di atas tadi, kita bisa bereksplorasi untuk membuat kreatifitas di banyak hal. Ketiga, mapel yang diberikan sebenarnya sangat dibutuhkan di dunia luar. Misalnya ya itu tadi, kita udah ada bekal bahasa asing lain selain bahasa Inggris. Bahkan untuk mapel Matematika aja, kita bisa dengan gampangnya menerapkan di kehidupan sehari-hari karena materinya juga tentang hal-hal konkret gitu. Jadi, untuk ngelamar seperti di perhotelan atau pariwisata seperti yang udah ditulis di atas tadi pastinya lebih diperhitungkan. Keempat, kita bakal kenal sama yang namanya Antropologi. Mapel ini akan membawa kita berkeliling nusantara tanpa harus meninggalkan kursi SMA kita. Ya, Antropologi akan menumbuhkan nasionalisme kita dengan cara yang lain yang pastinya menarik. Misalnya aja kita belajar tentang asal usul kebudayaan di Provinsi Bali. Kita nggak Cuma tahu lokasi wisata aja, tapi kita bakal tahu lebih jauh sebenarnya kenapa sih orang Bali kok bisa terkenal ramahnya, juga mungkin sebenarnya tari Barong dan tari Kecak itu paduan dari keyakinan apa aja dan makna mendalamnya. Kami dulu juga pernah belajar di luar kelas di Museum Radya Pustaka untuk mendalami perjalanan kebudayaan di kota Solo lebih jauh. Pokoknya menarik!

teman SMA-jurusan bahasa

media dari pbs.twimg.com

Ada kelebihan pasti ada kelemahan. Ya, kelemahan utama kalau readers belajar di jurusan BAHASA yaitu readers harus siap dipandang sebelah mata. Karena apa? Ya, orang-orang kebanyakan masih beropini kalau jurusan BAHASA ialah jurusan paling akhir. Kata lainnya ialah “buangan” dari jurusan IPA dan IPS. Nggak masalah! Kalau readers semua emang udah tekad bulat ke jurusan ini, justru itu bisa jadi motivasi tersendiri dalam belajar. Kedua ialah kita masih belum dianggap di SBMPTN. Karena kalau kita emang mau daftar SBMPTN, kita harus ikut di SOSHUM yang notabene itu milik jurusan IPS. Nggak adil ‘kan? Iya, dari dulu orang-orang jurusan BAHASA juga udah protes ke KEMDIKBUD, tapi ya sampai sekarang kita juga masih berjuang terus. Ya kalau readers emang udah termotivasi ikut SBMPTN, nggak ada salahnya juga belajar sama anak jurusan IPS, sekalian biar tambah akrab gitu deh.

Untuk kesimpulannya, sebenarnya ini hanya gambaran gimana sih jurusan BAHASA di SMA itu. Tapi readers, percaya aja, the writer saat ini juga udah ngerasain sendiri gimana belajar di jurusan BAHASA. Pokoknya beda dari yang lain! Kembali lagi ke awal, aslinya ketiga jurusan itu tidak menawarkan keunggulannya sendiri-sendiri, tapi ketiganya saling berbeda untuk mengikat dan melengkapi di masa SMA. Jadi, readers semua jangan sampai salah pilih jurusan karena ini dampaknya  bisa sampai ke dunia kerja nantinya. Terima kasih.

Penulis:

Kristian Adhi Prasetyo

-K.A.P / 11-

Facebook Comments
18560 Total Views 9 Views Today

Top